Selasa, 24 Januari 2017

It's About Job Hunter

Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya malam ini ak memutuskan kembali untuk menulis.
Seharusnya aku menulis ini 2 tahun lalu, namun karena satu dan lain hal. Semuanya baru bisa ku tumpahkan malam ini.

Iya,  2 atau 3 tahun lalu. Setelah aku menyelesaikan skripsi dan berhasil melewati 2 sidang yaitu sidang skripsi dan sidang kompre. Seminggu kemudian, aku memutuskan untuk mengikuti Job Fair di Udinus. Entahlah, karena pada saat itu semangat untuk mencari kerja masih sangat membara2. Disaat teman2 lain mengambil cuti untuk berlibur dan refreshing sejenak setelah membuat skripsi. Ak dan teman2 memilih untuk sibuk mengikuti Job Fair yang diadakan oleh kampus tetangga.

Tujuan saat itu adalah bekerja dan sesegera mungkin mendapatkan penghasilan sendiri. Memang ada satu keinginan untuk bekerja di Bank, namun karena kebutuhan ekonomi pada saat itu,  mana yang pertama ya itulah rejeki yang harus di terima dan di syukuri. Sejenak aku melupakan egoku untuk bekerja di bank.

Baiklah JobFair yang kami nanti2kan akhirnya pun tiba juga. Dengan modal seadanya untuk cetak Lamaran Kerja dan CV membuatku memutuskan hanya akan memasuki beberapa perusahaan saja.  Ini adalah List perusahaan yang aku putuskan untuk submit cv :

1. Bank Jateng
2. Bank Mandiri
3. Bank BCA
4. Axa Mandiri
5. BFI Finance
6. Nasmoco
7. Bank Danamon

Jobfair berlangsung 2 hari. Hanya ada beberapa CV saja yang tembus. Diantaranya adalah :

1. Axa Mandiri

Proses recruitment Axa , aku akui cukup cepat. Pada hari yang sama aku submit cv, aku mendapat sms bahwa aku lolos seleksi admin dan diundang psikotest di hari itu juga jam 3. Ternyata lumayan banyak yang mengikuti psikotest pada saat itu.

Kesokan harinya dapat sms lagi , kalau lolos psikotest dan diundang untuk interview di kantor Bank Mandiri dekat Kota Tua ( Semarang ).

Berhubung aku termasuk orang yang kepo, semalaman aku cari info tentang posisi ini dan bagaimana model kerjanya. Tentu saja ak dapat banyak info di kaskus.

Field Advisor ternyata kerjaannya nyari nasabah. Nantinya akan training dulu di Kuningan Jakarta (Kalau di Terima ). Dulu sih di tahun 2014, belum ada mess dan harus kos d derah sekitar Tower Axa. Entah kenapa kurang tertarik kalau kerjaannya nyari2 nasabah apalagi dipotong gaji kalau tidak capai target.

Meski minat sedikit menurun, tapi aku tetap berangkat. Hitung2 buat belajar interview itu seperti apa.

Keesokannya aku berangkat interview dan ternyata ada beberapa orang. Mungkin sekitar 20 orang yang sudah antri.

Hasil interview diumumkan pada hari itu juga dan yang lolos mendapatkan surat pengantar untuk medical chek up.

Dan aku nggak lolos untuk recruitment di Axa. Ini karena saat interview aku tidak berhasil untuk praktek menawarkan barang. Saat itu di test seberapa besar bakat kita untuk jual Bolpoint . Tapi gpp, mungkin memang belum jalannya.

2. PT BFI FINANCE

Beberapa waktu setelah aku mengikuti proses recruitment di Axa. Aku mendapat panggilan proses recruitment di PT BFI Finance untuk Jalaur MT. Prosesnya adalah sebagai berikut :

a. Psikotest

Psikotest saat itu di adakan di Auditorium Undip dan ada sekitar 200 orang lebih yang ikut. Sebelum dimulai, sempat dijelaskan terkait Jenjang Karir dan Benefit yang akan kita dapatkan. Kebetulan aku apply untuk posisi MT Operasinal yang nantinya jika lulus akan langsung jadi Kepala Operasional.

Sempet pesimis, karena bersaing dengan orang sebanyak itu yang mayoritas dari Universitas Negeri. Sedang aku dan teman2 hanya berasal dari PTS. Apalagi ini adalah psikotest kedua yang baru aku jalani. Jadi belum terlalu banyak pengalaman untuk psikotest. Psikotest di BFI jauh lebih banyak dan lebih susah dibanding Psikotest di Axa kemarin.

Aku lupa ada berapa jenis psikotest yang di Kerjakan. Mungkin sekitar 5 atau 7 Jenis test. Dan tentu ada beberapa test yang baru pertama kali aku lihat dan baru pertama kali aku kerjakan. Tapi aku jalani saja, rejeki nggak kemana.

Test dari jam 9 sampe sekitar jam 12. Dan itu sangat capek apalagi belum sempet sarapan .  Hasil akan diberitahukan pada hari itu juga sekitar 2 jam setelah test. Dan jika lolos psikotest, kita akan mengikuti proses selanjutnya yaitu FGD atau Forum Group Discussion.

Dan ternyata aku lolos dalam psikotest itu.........

b. Forum Group Discussion

Dalam FGD ini kita dibagi dalam beberapa kelompok. 1 Kelompok terdiri dari 3 sampai 5 orang. Dimana setiap group akan diberikan case dan masing2 dari kita akan memberikan solusi untuk case tersebut. Biasa dalam satu group akan ada yang sok mendominasi, tapi lebih baik santai saja. Berikan solusi yang singat, jelas, tepat dan terlihat bijaksana saat menyampaikan. Itu akan lebih terlihat elegan daripada kita terlalu banyak bicara namun tidak berisi.

Setelah FGD, Maka tahap selanjutnya adalah interview HRD dan User.

2 Hari setelah FGD, aku dapat undangan untuk datang interview.

c. Interview HRD dan User

Karena aku stay di Solo, Jadi untuk proses recruitment ini aku harus bolak balik Solo Semarang. Untungnya ada barengan temen, jadi aku nggak sendiri. Saat itu interview di KC daerah Pedurungan sekitar jam 10.00 WIB. Namun karena belum tau lokasinya, aku dan temanku berangkat lebih pagi. Ternyaya meski di pinggir jalan, kami sempat tersesat karena kebablasan.  Akhirnya setelah satu jam muter2 area tersebut. Ketemu juga kantornya.  Sesampainya disana, sudah ada beberapa orang yang datang sekitar 10 orang.

Nggak nyangka kalau proses recruitmentnya secepat ini dan nggk nyangkaa juga bisa lolos dari sekian ratus orang. Intinya jangan pernah ragu dan jangan pernah lihat darimana kita datang. Karena setiap orang pasti mempunyai kesempatan untuk menang.

Akhirnya giliranku tiba, saat interview HRD Perrtanyaan banyak terkait teknis. Tentang Neraca, Utang dan Piutang. Diluar dugaanku sama sekali, karena aku sama sekali tidak belajar soal itu. Tapi akhirnya terlalui juga.

Setelah interview HRD , ketemu dengan user yang ternyata dia adalah Regional Manager di area Semarang. Sempat takut karena terlihat sangat kaku dan menyeramkan. Tapi pertanyaannya lebih ke sehari2 dan lebih ke business ( Logika gitu lah) dan mengalir aja.

Jika tahap ini lolos, maka selanjutnya adalah Medical Chek Up. Beberapa hari setelah interview, aku mendapat sms bahwa sebelum medical ada satu test yang harus di kerjakan. Saat itu soalnya hanya selembar dan dikirim via email.  Ternyata itu Personality Test, DCIS.

d.  Medical Chek Up

3 hari setalah ak mengirimkan personality test. Aku di undang untuk mengambil surat pengantar Medical Chek Up.

Dihari yang sama, aku juga mendapat panggilan Psikotest di Bank Jateng.  Namun karena tujuan awalku adalah segera mendapatkan pekerjaan. Aku memilih untuk datang di Medical Chek Up. Saat itu berpikir, bahwa di BFI sudah 90% lolos karena sudah tahap MCU.

Baiklah akhirnya aku lolos proses seleksi di Regional. Selesai Medical Chek Up, bukan berarti aku sudah di terima menjadi pegawai BFI ya. Tapi masih ada beberapa test yang harus aku lalui, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pre In Class Training
2. In Class Training General
3. In Class Training Spesialisasi
4. On The Job Training

Detailnya seperti apa di tulisan aku selanjutnya yaa........

See you......��

Senin, 24 Oktober 2016

What will you do ?

Entahlah ini seperti kebalikan ataupun fase yang mungkin akan dilalui setiap orang.

Beberapa orang akan memilih untuk mencari hiburan saat ia merasa sangat penat dan bosan. Tapi ada juga beberapa orang yang akan lebih nyaman untuk sendiri dan mencari apa penyebab kebosanan itu.

Jujur saja, aku adalah tipikal yang kedua. Lebih suka sendiri dan mencari tau apa yang menyebabkan kebosanan itu. Lalu Setelah aku menemukannya, mungkin aku akan memutuskan bahwa mungkin memang aku butuh hiburan.

Hiburan semacam obat penenang sementara, perasaan bosan itu akan hilang hanya sementara, tentunya saat kita merasa terhibur saja bukan ?

Hanya diri kita sendiri yang tau bagaimana caranya menghilangkan kebosanan. Ada yang pernah bilang padaku, bahwa sedih atau bahagia itu adalah kita sendiri yang memilih dan menentukan.

Ini hidup kita, jadi ciptakan warnamu untuk hidupmu. Jangan melihat warna orang lain yang mungkin terlihat kebih indah, lalu coba kita aplikasikan pada diri kita. Karena hasilnya mungkin tak akan seindah seperth yang kamu lihat sebelumnya.

#veronicaunt#

Senin, 15 Agustus 2016

It's About "Pulau Loh"

Hay, pernah g sih kalian berkhayal untuk memiliki satu pulau Pribadi lengkap dengan pantai yang cantik dan spot snorkelling yang wow banget ?

Atau berkhayal untuk membeli satu pulau yang akan menjadi tempat menyepi disaat kita penat dan sejenak untuk melepas penat ?

Hmmmm.....mau bekerja berapa lama ya guys untuk mengumpulkan uang dan bisa beli pulau sendiri, dan mungkin terlihat sedikit imposible lah ya buat kita dengan gaji yang tak seberapa ini.

Tapi tunggu dulu, adaa lho yang tinggal di satu pulau dan hanya tinggal sendiri bersama keluarga, tanpa tetangga satupun dan jauh dari fasilitas umum dan gratis.

Foto :

Perkenalkan bapak yang duduk disamping saya ini bernama Bp Hanabi. Bp Hanabi ini adalah satu2nya keluarga yang tinggal di Pulau Loh. Iya Pulau Loh namanya. Pulau..

Bapak Hanabi hanya tinggal bersama istri, anak dan cucunya. Bp Hanabi tinggal di Pulau Loh sudah hampir 25 tahun.

Wow, berasa pulau pribadi nggak sih ? . 1 Pulau hanya dihuni 1 keluarga aja. Bahkan Bp Hanabi ini tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk dapat menghuni pulau tersebut.
Sayangnya saat ditanya apa  alasan Bp Hanabi untuk memutuskan berhijrah ke Pulau Loh ini bersama keluarganya 25 tahun lalu, Bp Hanabi sudah lupa.

Nah, berkat keluarga Bp Hanabi yang tinggal di Pulau Loh ini. Para Traveller yang transit masih bisa menikmati Pulau Loh yg bersih dan masih menemukan Toilet Walaupun dg kondisi seadanya tapi setidaknya ada.

Keluarga Bp Hanabi masih menjalankan aktivitas sehari2 seperti warga pulau lainnya, masih bekerja di Pulau seberang, berbelanja kebutuhan sehari2, sekolah dan lain2nya dan pastinya tetap bergantung pada kapal atau perahu.

Nah, gimana guys kalau kamu dapat kesempatan seperti Pak Hanabi ini. Tinggal di satu Pulau yang jauh dari hiruk pikuk kota, halaman rumah dengan pemandangan pantai yang cantik dan tentunya serasa pulau pribadi. Tapi tinggal tanpa ada Tetanga, jauh dari fasilitas umum dan g ada sinyal. .... How ?

Hmmmmm, appreciate for Mr Hanabi.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Unforgetable Moment For Short Vacation in Pahawang Island

Hay, setelah beberapa bulan break g nulis di blog. Kali ini aku mau share sedikit about my short vacation in Pahawang Island.
Bisa dibilang ini adalah Open Trip pertama yang aku ikuti selama aku jadi anak rantau.
Pasalnya, beberapa trip sebelumnya sifatnya lebih ke private trip sih.. Trip bareng temen2 sendiri tanpa ada tour guide and run down acara.
G ada rencana sebenarnya buat ngetrip di bulan Agustus ini, karena pengeluaran bulan Juli membengkak. 

Berawal dari stalking instagram dan menemukan beberapa pilihan tour travel dan akhirnya pilihan tertuju ke "Piknik Nusantara".  Secara Experience sih bisa dibilang udah expert lah ya, karena udah berangkatin trip berkali2 dan keliling Indonesia dan dengan testimoni Positif semua.
Open Trip dengan destinasi Pulau Pahawang di Lampung, yang katanya keren abis. Padahal ke Pulau Seribu yang lebih deket aja belom pernah sama sekali.
Wait, untuk harga per pack atau per orang dengan destinasi Pulau Pahawang ini kamu cukup merogoh kocek 460k aja lho. Tapi ini exclude transport menuju Meeting Point dan alat Snorkelling ya. So, kalau ditotal BSD - Merak 50k (PP), alat snorkelling 60k, Jadi kamu harus siapin budget minimal 600k ya guys.

Karena schedule untuk awal bulan ini belum terlalu crowded, jadi untuk trip kali ini ak ambil tanggal 5 - 7 Agustus 2016.

Untuk Open Trip ini bisa dibilang terkoordinir guys, setelah kita booking tanggal dan fix. Kita akan join di Group Wa yang dibuat oleh Travel Tour tersebut. Group WA ini lumayan membantu si, karena semua informasi akan dishare di group WA.  Total participant untuk trip kali ini ber 25 dan dari berbagai daerah di Jabodeta. So, untuk menuju Meeting Point ke Pelabuhan Merak kita  berangkat bareng2. Ada yang berangkat dari Slipi Jakarta, Bogor dan Tangerang. Kebetulan karena aku stay di BSD , aku ikut rombongan Tangerang.

Perjalanan dari Tangerang ke Pelabuhan Merak ditempuh dengan waktu 3 - 4 Jam, tergantung kondisi Jalan ya. Kami naik bus Arimbi, berangkat dari pull arimbi sekitar jam set9. Kami sampai di Pelabuhan Merak sekitar jam Set11 malam dan masih menunggu rombongan laiinnya.
Ini open trip ala backpaker, so jangan dibayangin ini piknik cantik dengan koper dan dengan fasilitas serba ada ya guys.

Sebelum masuk dermaga, ada breafing dulu oleh TL.  Kebetulan untuk Open Trip ini ada 3 TL, 2 TL internal dan 1 TL Exsternal.
Sekitar jam 12 kita udah mulai masuk kapal dan sengaja cari yang bisa buat tidur, meskipun dengan alas yang seadanya.

Oh iya ya guys, perlu diingat ya..untuk perjalanan menuju Pahawang ini terhitung cukup lama dan jauh. So, selalu manfaatin waktu untuk bisa tidur dan istirahat.
Perjalanan Merak Bakaheuni cuma menempuh waktu 3 Jam. Dini hari jam 3, kita sudah sampai di Pelabuhan Bakaheuni. Dan sampai sana, sudah ditunggu oleh beberapa driver yang siap mengantarkan kita ke Demaga Ketapang.

Perjalanan belum berakhir guys, untuk menuju Dermaga Ketapang ini kita masih butuh waktu 3 jam. Dan jangan kaget ya sama driver lampung , cara mengemudi mereka ini wow banget. Selip sana and selip sini, maklum ya karena lintas sumatera.
Sampai di Dermaga Ketapang, kita transit sebentar untuk bersih2, ganti baju dan sarapan sebelum kita mulai berpetualang dari satu pulau ke pulau laiinya.

Guys, percaya deh begitu kalian liat laut yang warnanya gradasi hijau biru yang cantik banget. Kecapean kalian tuh terbayarkan banget.

Pulau pertama yang kita singgahi adalah Pulau Mahitem. Membutuhkan waktu sekitar 40 smpe 60 menit dari Dermaga Ketapang. Sayangnya pas kita sampai sana, air laut lagi pasang. Tapi pemandangannya tetep keren banget loh, ada perpaduan warna dari Putih, Hijau dan Biru. Airnya juga bening banget. Pokoknya kece abis....


Lanjut ke spot berikutnya ke Pulau Pahawang untuk snorkelling dan snorkelling lagi.
Kita break untuk lunch di pulau Kelagian, Pulau Kelagian ini memang biasa digunakan para traveller untuk sekedar transit makan siang.




Makan dipinggir pantai dan dengan pemandangan pantai yang cantik itu rasanya keren abis guys. Meski panas dan kulitpun jadi gosong, Tak apalah yang penting puas dengan ciptaan Tuhan ini.
Spot berikutnya adalah Pulau Loh, pulau Loh ini bukan spot snorkelling. Tapi spot untuk santai dan duduk2 cantik sambil berfoto ria.



Puas menikmati kesejukan Pulau Loh, kita menuju spot selanjutnya yaitu ke Pulau Tanjung Putus.
Snorkelling lagi dan lagi, di spot ini nemuin  banyak nemo dan puas banget untuk snorkelling terakhir ini sebelum menuju ke Homestay di Pulau Tanjung Putus.

Perjalanan menuju Tanjung Putus hanya sekitar 30 menit dan sambil menikmati sunsite.
Setibanya di homestay langsung pesen indomie rebus karena perut udah mulai keroncongan.
Namanya homestay, tinggal di rumah penduduk. Jadi dengan fasilitas seadanya ya, yang penting kamar mandi bersih dan air melimpah.

Homestay g jauh dari pantai, so dari depan rumah aja udah bisa lihat pantai..

Ini ya kalau mau lihat foto2 yang lain :https://youtu.be/WcMUSTX4pj4

Bersambung...

Senin, 06 Juni 2016

Balanced Life or Fulfilled Life

Ada yang bilang bahwa hidup ini seperti juggling 6 bola sekaligus. Keenam bola itu adalah Keluarga, Spiritual, Cinta, Sahabat, Kesehatan dan Pekerjaan.

Keluarga, Spiritual, Cinta , Sahabat dan kesehatan adalah kelima bola yang terbuat dari bola kaca. Sedangkan bola terakhir adalah pekerjaan yang terbuat dari karet.

Itu artinya ketika bola kaca itu jatuh maka yang terjadi adalah retak dan hal paling terburuk adalah bola itu pecah. Tapi pekerjaan adalah bola karet , yang artinya ketika bola itu jatuh maka ia akan membal dengan sendirinya.

Menjaga keenam bola tersebut selalu berada di udara bukanlah hal yang mudah. Keenamnya sama sama penting dan kita harus tetap berusaha supaya semuanya tetap berada di udara.

Tapi sayangnya aku bukan seorang pemain sirkus yang sangat mahir untuk memainkan 6 bola bahkan 10 bola sekaligus untuk aku putarkan di udara.

Aku hanya seorang manusia biasa yang punya keterbatasan dan masih punya rasa lelah. Tapi aku tak mau sampai bola itu jatuh, retak lalu pecah begitu saja.  Karena itu artinya aku tak mampu menyeimbangkan hidup.

Meskipun sejujurnya aku lelah melakukannya.

"To keep all the balls juggling in the air" memang terlihat sangat "imposible".

Apa ini yang dinamakan menyeimbangkan kehidupan or balanced life ?.Aku harus melempar bola itu , lalu menangkapnya , melemparkannya lagi , menangkapnya lagi, dan melemparnya lagi begitu terus menerus dan entah sampai kapan berhenti.

Mungkin aku akan berhenti melakukan atraksi itu ketika aku sudah tak bernafas dan itu sama artinya aku sudah menyerah.
Bagaimana tidak menyerah, ketika kita sudah tak bernafas itu artinya perjuangan kita terhenti dan tak ada hal yang bisa kita lakukan lagi.

Tapi Ada satu kalimat dari Mery Riana yang sangat berbeda dari yang kudengar sebelumnya dan itu benar benar membuatku berpikir dan merenung sampai detik ini.

Katanya hidup itu bukan balanced life tapi adalah fulfilled life.

Ketika kita menjalani hidup dengan "balanced life" maka kita akan selalu terasa lelah dan tak bisa menikmati setiap momentnnya.  Berbeda ketika kita memilih untuk "fulfilled life" kita akan merasa ringan menjalani setiap apa yang kita lewati karena fulfilled life adalah hidup berdasarkan passion.

Hidup berdasarkan passion atau panggilan hidup itu tidak akan membuat kita merasa lelah menjalaninya tapi akan terasa lebih nyaman dan ringan untuk menjalaninya.

Sebenarnya hanya kita yang paling mengenal dan mengetahui apa yang paling baik bagi kita.

Jika kamu mulai merasa lelah atau ada bola yang hampir jatuh atau bahkan sudah jatuh dan retak atau pecah, mungkin kamu perlu bertanya pada hatimu apakah hidup yang kamu jalani sekarang sudah sesuau passion kamu ?

Jika memang tidak , maka jalanilah hidup sesuai passionmu.

Jika kamu belum menemukan apa passionmu, maka cari dan bangunlah passion itu.

Aku sendiripun masih meraba raba apakah sebenarnya ini adalah passion dalam hidupku ataukah bukan.

#veronicaunt#

Minggu, 22 Mei 2016

Tak Semanis Espreso Coklat

Tipe karakter manakah kamu ?

Apakah kamu adalah seorang pribadi yang penuh perencanaan ataukah seorang pribadi  yang selalu berjalan tanpa arah ?

 Ada beberapa orang yang akan berjalan setelah ia mempunyai sebuah perencanaan tapi ada juga beberapa orang yang berjalan sebelum ia mempunyai sebuah rencana.

Tapi aku adalah seorang pribadi yang selalu mempunyai perencanaan, meski semuanya tak selalu terealisasi.

Hidup memang tak semanis Espreso Coklat, tapi memang begitulah hidup.

Terkadang manusia punya segudang rencana, punya segudang pemikiran, dan punya segudang keinginan.

Jika apa yang kamu jalani sekarang tak sesuai, bersabarlah karena itu adalah bagian dari rencanamu.

Tak semua yang manis menurut kita itu sebenarnya manis. Semanis manisnya coklat, Ia tetap mempunyai sisi pahit yang harus kita nikmati bersama dengan kemanisannya.

#veronicaunt#



Kata dan Rasa



Apakah kamu pernah berpikir butuh berapa rasa dan kata untuk mengungkapkan sesuatu yang tak pernah kau ungkapkan.
 
Ada satu hal yang perlu kamu tau, tidak akan ada jumlah yang tepat untuk menyebutkan 
berapa rasa dan kata untuk mewakili semua itu.

Ada beberapa orang yang memilih untuk menyimpan dan ada beberapa yang memilih untuk membuang ataupun mematikannya.

Menurutku, kedewasaan seseorang terlihat bagaimana ia memperlakukan setiap rasa dan kata yang pernah ada ataupun yang masih ada.

Seseorang yang ku anggap dewasa adalah orang yang mampu dan bisa menghargai setiap rasa san kata yang hadir dalam dirinya.

Iya, menghargai setiap rasa dan kata meskipun itu sudah lalu bukannya mematikannya dan menganggap tak pernah ada rasa dan kata itu.

Percaya atau tidak, setiap rasa dan kata yang datang pada hidup kita pasti mengajarkan sesuatu untuk kita.

Jika itu menyenangkan, setidaknya pernah membawa satu kebahagiaan ataupun tawa dalam hidup kita.

Dan jika itu adalah sebaliknya, setidaknya rasa dan kata yang pernah ada mengajarkan kita akan sesuatu hal.

Hay melindungi hatimu dari setiap rasa dan kata yang pernah ada, itu memang tak kan pernah salah. Tapi menghargai setiap rasa dan kata yang pernah ada itu juga tak kan ada salahnya.

Namun saat kau memilih untuk mematikannya itu sama halnya kamu tak pernah menghargai rasa dan kata itu.

Apakah kamu pernah menjadi pihak yang mematikan ataukah justru kamu adalah pihak yang dimatikan ?

Lantas bagaimana rasanya ?

#veronicaunt#

NIKAH NGGAK PAKAI WEDDING ORGANIZER ?, WHY NOT ?

Mungkin buat beberapa orang bakalan milih pake WO alias Wedding Organizer alias Wedding Planner kali ya buat urusin acara nikahan ki...